• Jelajahi

    Copyright © JBN NEWS | BERITA JAWA TIMUR TERKINI HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Cegah Pernikahan Dini, Orang Tua Dorong Pernikahan yang Terencana

    JBN NEWS  PONOROGO
    Kamis, 27 Februari 2020, 17:00 WIB Last Updated 2020-02-27T10:00:12Z

    JBN NEWS ■ Kasus pernikahan dini tergolong masih begitu tinggi. Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam menyiapkan anak membangun keluarga yang terencana. Paradigma tentang pernikahan harus dibangun dengan pondasi yang kokoh.

    Menyikapi permasalah tersebut, mahasiswa KKNT STKIP PGRI Ponorogo desa Bedoho memberikan wawasan para orang tua dalam menyiapkan pernikahan anaknya. Melalui seminar parenting yang dipandu Dr. Ririen Wardiani, M.Pd selaku dosen STKIP PGRI Ponorogo, (Senin, 24/20) kemarin.

    Seminar atas inisiasi mahasiswa KKNT ini melibatkan ibu-ibu PKK desa Bedoho sebagai peserta. Acara dibuka oleh Suryati selaku ketua PKK Desa Bedoho. Dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan parenting yang mampu berdampak positif bagi warga.

    Menurutnya, manfaat dari seminar tersebut dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Bedoho. Terlebih banyak para orang tua yang ketar-ketir meraknya pernikahan dini. Wawasan tentang pernikahan sangat dibutuhkan dalam menanggulangi permasalahan tersebut.

    Kegiatan yang diikuti 80 peserta itu dibuka dengan penampilan memukau dari mahasiswa. Tepatnya Sindi Pulia yang membacakan sebuah surat untuk sang ibu. Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia itu membaca penuh penghayatan. Tampak kedua matanya berkaca-kaca menyimpan air mata.

    Tidak hanya Sindi, peserta juga terhanyut dalam pembacaan  surat itu. Beberapa ibu-ibu bahkan terlihat meneteskan air mata. Terenyuh tentang surat yang berisi bagaimana kasih sayang ibu kepada anaknya. Ibu yang selalu memaafkan meski sang anak bertubi-tubi berbuat kesalahan.

    Tidak ingin larut dalam kesedihan, Ririen Wardiani selaku pemateri langsung memulai acara inti. Dimulai dengan menjelaskan masalah yang muncul dalam remaja. Masalah itu, menurut dosen STKIP PGRI Ponorogo dibagi menjadi tujuh. Hubungan yang bermasalah, perasaan yang terluka, citra diri yang negatif, rasa takut akan perubahan, nilai sekolah yang buruk, fokus yang kurang, dan motivasi yang rendah.

    Tugas orang tua bukan menjadi hakim bagi anak ketika melakukan kesalahan. Memberikan waktu bagi anak untuk menyelesaikan masalah secara mandiri jadi cara yang efektif.

    “Jika ingin anak bisa mematuhi perintah ibu harus ada ikatan dengan anak. Supaya mereka merasakan kenyamanan dan tidak merasa tertekan," pungkasnya.


    Orang  tua juga penting memperhatikan kondisi psikis anak. Pertanyaan seputar permasalahan harus dalam kondisi yang bahagia atau sudah tenang. Sehingga, anak merasa rumah menjadi tempat curhat yang tepat.

    Ririen Wardiani juga mengingatkan orang tua untuk tidak membandingkan sang anak. Secara psikis membandingkan membuat mental douw. Tidak jarang muncul pemberontakan pada anak.

    “Bisa menimbulkan konflik batin dan masalah-masalah berkepanjangan bagi anak,” ujarnya ketika memberikan materi.

    Pendidikan karakter menjadi unsur penting mewujudkan generasi yang hebat. Termasuk dalam menyiapkan pernikahan yang terencana sejak dini. Melalui seminar parenting ini para orang tua paham betul tidak hanya permasalahan anak, tetapi pendekatan mendidik yang baik.

    “Kami memilih tema kegiatan didasari studi kasus di desa Bedoho. Kami ingin membantu masyarakat membangun keluarga yang terencana, utamanya bagi generasi mendatang,” ujar salah satu mahasiswa KKN desa Bedoho.

    Pewarta ■ Mahasiswa KKNT Kelompok 5 desa Bedoho
    Editor■ Ags (Humas STKIP PGRI Ponorogo)

    @JBN NEWS | Jaringan Berita Nasional


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    Loading...
    Loading...

    BERITA JATIM

    +